Banyumanis, 15 Oktober 2025 – Kabar membanggakan datang dari SDN 2 Banyumanis, sebuah sekolah dasar yang terletak di wilayah Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sekelompok siswa dari sekolah ini berhasil menembus babak final Kompetisi Karya Ilmiah Nasional untuk tingkat Sekolah Dasar, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat meneliti dan berpikir kritis dapat tumbuh sejak dini, bahkan dari sekolah di daerah yang jauh dari pusat kota. https://sdn2banyumanis.com/

Berawal dari Keingintahuan Sederhana

Tim yang terdiri dari tiga siswa kelas 5 — Naila Azzahra, Farhan Alfiansyah, dan Dwi Lestari — mengangkat tema yang cukup unik: “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Pengganti Plastik Ramah Lingkungan.” Ide tersebut berawal dari kegiatan belajar di rumah, ketika salah satu anggota tim melihat banyaknya kulit pisang yang dibuang begitu saja usai panen pisang di desanya.

Dengan bimbingan guru pembimbing, Ibu Ernawati, S.Pd., tim mulai melakukan percobaan sederhana di laboratorium sekolah. Mereka mencoba mengolah kulit pisang dengan campuran bahan alami seperti tepung tapioka dan cuka, hingga menghasilkan lembaran seperti plastik yang dapat terurai secara alami.

Dukungan Penuh dari Sekolah dan Orang Tua

Kepala Sekolah SDN 2 Banyumanis, Bapak Slamet Widodo, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian siswa-siswi tersebut.

“Ini adalah hasil kerja keras dan semangat belajar yang luar biasa. Kami di sekolah selalu mendukung anak-anak untuk bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman langsung,” ujar beliau.

Orang tua dari para siswa juga ikut berperan aktif dalam mendukung proses penelitian. Mereka membantu menyediakan bahan-bahan yang diperlukan, serta memberikan waktu tambahan di luar jam sekolah agar anak-anak dapat melakukan eksperimen dengan optimal.

Tembus 10 Besar Nasional

Setelah melalui seleksi tingkat kabupaten dan provinsi, karya ilmiah tim SDN 2 Banyumanis akhirnya lolos ke tahap nasional dan masuk ke dalam 10 besar terbaik dari ratusan peserta se-Indonesia. Prestasi ini sangat membanggakan, terlebih karena mereka berasal dari sekolah negeri di desa yang jauh dari akses fasilitas teknologi canggih.

Penjurian nasional dilakukan secara daring dan luring, di mana para peserta mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di hadapan juri dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan. Tim dari Banyumanis mampu menjelaskan ide dan hasil penelitiannya dengan percaya diri dan penuh semangat.

Menumbuhkan Jiwa Ilmiah Sejak Dini

Ibu Ernawati selaku pembimbing menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi untuk menumbuhkan jiwa ilmiah, rasa ingin tahu, dan kebiasaan berpikir kritis pada anak-anak sejak dini.

“Anak-anak belajar untuk mengamati lingkungan sekitar, menemukan masalah, lalu mencari solusi dengan pendekatan ilmiah. Ini adalah bekal berharga untuk masa depan mereka,” jelasnya

Inspirasi bagi Sekolah Lain

Keberhasilan SDN 2 Banyumanis ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah dasar lainnya di seluruh Indonesia, bahwa dengan semangat, dukungan, dan kreativitas, siswa dari daerah manapun bisa bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi mungkin hanya berlangsung beberapa bulan, tetapi ilmu, pengalaman, dan kepercayaan diri yang tumbuh dari proses tersebut akan menjadi bekal seumur hidup.