SMP Plus Salaman kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi sebagai smpplussalaman.net. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip peduli lingkungan dan berbudaya lingkungan hidup secara menyeluruh.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara resmi yang digelar pada awal Oktober 2025, dan diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMP Plus Salaman, Bapak Arif Widodo, bersama perwakilan guru dan siswa. Prestasi ini menandai keberhasilan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesadaran lingkungan dan pengembangan karakter siswa.

Perjalanan Panjang Menuju Sekolah Adiwiyata

SMP Plus Salaman memulai perjalanannya menuju Sekolah Adiwiyata sejak tiga tahun lalu. Dengan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah—guru, siswa, staf, hingga orang tua—berbagai program peduli lingkungan mulai dijalankan secara konsisten. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghijauan lingkungan sekolah, hingga pembuatan bank sampah digital yang dikelola siswa secara mandiri.

Salah satu inovasi yang menjadi unggulan adalah program “Satu Siswa, Satu Tanaman”. Dalam program ini, setiap siswa diwajibkan menanam dan merawat satu tanaman di lingkungan sekolah. Hasilnya, halaman sekolah kini dipenuhi dengan berbagai tanaman produktif seperti cabai, tomat, terong, serta tanaman hias yang membuat suasana belajar menjadi lebih sejuk dan asri.

Tidak hanya itu, SMP Plus Salaman juga rutin mengadakan kegiatan “Jumat Bersih”, lomba daur ulang antar kelas, serta penyuluhan mengenai perubahan iklim, konservasi air, dan energi terbarukan. Semua kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter peduli lingkungan.

Peran Aktif Siswa dan Guru

Kunci keberhasilan program Adiwiyata di SMP Plus Salaman adalah keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah. Para guru tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga teladan dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Mereka menyisipkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam pembelajaran di kelas, baik dalam mata pelajaran IPA, IPS, maupun Bahasa Indonesia.

Di sisi lain, para siswa menjadi motor penggerak utama. Organisasi siswa seperti OSIS dan Kelompok Pecinta Alam Sekolah (KPA) sering menginisiasi kegiatan lingkungan yang melibatkan komunitas sekitar. Ini menciptakan budaya kolaboratif antara sekolah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Penghargaan yang Menginspirasi

Dengan diraihnya penghargaan Sekolah Adiwiyata, SMP Plus Salaman berharap dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Kepala Sekolah, Bapak Arif Widodo, menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Kami merasa bangga, namun juga menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tugas jangka panjang. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen kami dalam menciptakan sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Komitmen ke Depan

Ke depan, SMP Plus Salaman berencana untuk mengembangkan Kebun Edukasi Terpadu, yaitu area khusus di lingkungan sekolah yang mengintegrasikan pertanian organik, edukasi lingkungan, dan konservasi air. Selain itu, sekolah juga akan memperluas kerja sama dengan pihak luar, termasuk LSM lingkungan dan Dinas Lingkungan Hidup setempat, untuk mendukung program pelatihan dan studi banding.