SDN Susukan Bangun Sarana Cuci Tangan di Setiap Kelas, Dukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Susukan, Oktober 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan, SD Negeri Susukan telah membangun fasilitas cuci tangan di setiap kelas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutan.
Pembangunan sarana cuci tangan ini tidak hanya menjadi respons terhadap pentingnya menjaga kebersihan pasca pandemi COVID-19, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari pendidikan karakter dan kebiasaan baik sejak dini. Kepala sdn susukan, Ibu Sri Rahayu, S.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
“Kami ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan diri, dimulai dari hal paling sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun. Dengan adanya fasilitas di setiap kelas, anak-anak tidak perlu lagi pergi jauh ke toilet hanya untuk mencuci tangan. Ini tentu akan lebih praktis dan efisien,” ujar Ibu Sri.
Dibangun Gotong Royong Bersama Komite Sekolah
Pembangunan fasilitas cuci tangan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pihak komite sekolah, orang tua siswa, dan dukungan dari masyarakat sekitar. Dengan semangat kebersamaan, pembuatan wastafel dilakukan secara bertahap, dimulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Setiap wastafel dilengkapi dengan sabun cair, tisu, serta sistem saluran air yang memadai.
Ketua Komite Sekolah, Bapak Ahmad Subandi, mengatakan bahwa partisipasi aktif dari orang tua sangat penting dalam mewujudkan program ini.
“Kami menyambut baik inisiatif dari pihak sekolah. Sebagai orang tua, tentu kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang sehat. Apalagi, mencuci tangan bukan hanya mencegah penyakit, tetapi juga menanamkan disiplin dan kebiasaan baik,” ungkapnya.
Edukasi Kebersihan Sejak Dini
Selain pembangunan fasilitas fisik, SDN Susukan juga mengadakan berbagai kegiatan edukatif untuk memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya kebersihan tangan. Para guru rutin memberikan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar dengan menggunakan 6 langkah sesuai standar WHO. Kegiatan ini dilakukan sebelum masuk kelas, setelah istirahat, dan setelah ke toilet.
Salah satu guru kelas, Ibu Lilis Marlina, menyampaikan bahwa siswa kini mulai terbiasa mencuci tangan tanpa disuruh.
“Anak-anak sekarang lebih sadar. Mereka sendiri yang mengingatkan temannya untuk mencuci tangan sebelum makan atau setelah bermain. Ini kemajuan besar dalam pembentukan karakter bersih,” katanya.
Dampak Positif Terhadap Kesehatan dan Kehadiran Siswa
Penerapan fasilitas cuci tangan ini ternyata juga berdampak positif terhadap tingkat kesehatan siswa. Data internal sekolah menunjukkan bahwa angka ketidakhadiran akibat penyakit ringan seperti diare dan flu mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa kebiasaan mencuci tangan benar-benar berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak.
Menuju Sekolah Sehat dan Ramah Anak
Program ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam menciptakan Sekolah Sehat dan Ramah Anak. Dengan lingkungan yang bersih dan mendukung kebiasaan sehat, SDN Susukan bertekad menjadi sekolah percontohan di wilayah Kecamatan Susukan.
Ibu Sri Rahayu menambahkan bahwa sekolahnya akan terus berinovasi dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Ke depan, kami juga ingin membuat taman hijau kelas, tempat sampah terpilah, dan program daur ulang sederhana yang bisa diikuti siswa. Semua untuk mendidik mereka agar lebih peduli lingkungan,” pungkasnya.
Pembangunan sarana cuci tangan di setiap kelas SDN Susukan merupakan langkah kecil dengan dampak besar. Tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tapi juga membentuk karakter siswa yang bersih, disiplin, dan peduli lingkungan. Semoga inisiatif ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan cerdas.

1 comment so far